Bodoh atau Pintar

Siapa saya? Pernah anda bertanya itu pada diri anda? Mungkin sudah sering kali. Tapi tetap saja belum bisa menemukan jawabannya. Setiap manusia pasti memiliki potensi yang tidak pernah sama dengan manusia yang lain, jika mirip mungkin iya. Tapi perlu di garis bawahi jika potensi kita tidak akan pernah sama dengan manusia yang lain, bahkan anak kembarpun tidak mirip identik. Pencipta kita adalah hakim yang paling adil, mengapa kita bisa di ciptakan dengan kondisi yang berbeda-beda? Jawabannya adalah untuk menghindari kecemburuan sosial, ya karena manusia punya nafsu. Jadi berdirilah di atas kaki anda sendiri dan temukan jawaban atas pertanyaan diri anda bahwa saya adalah manusia yang berbeda dan saya dapat melakukan sesuatu sesuia hak saya karena saya berbeda. Jika kita berprinsip pada jawaban itu anda tidak akan mungkin cemburu dengan orang lain. Tapi bukan berarti anda tidak boleh meniru sikap dan tindakan orang lain, meniru adalah tindakan yang baik. Dengan syarat meniru menjadi lebih baik.

Jika saya bertanya pada anda. Anda ingin menjadi manusia yang pintar atau manusia yang bodoh? Jika anda menjawab ingin menjadi manusia pintar. Artinya anda sudah puas dengan semua perjalanan kehidupan ini. Mengapa demikian seorang yang pintar dia akan mudah menemukan jawaban tanpa harus mengetahui proses untuk menemukan jawaban tersebut. Segala sesuatu akan di lakukan dengan cepat dan instan. Berbeda dengan manusia bodoh. Manusia bodoh pemikirannya tidak akan pernah puas dengan apa telah dia lakukan. Dia akan selalu mencari tahu dan selalu mencari tahu. Dia akan selalu memperhatikan setiap proses yang dia kerjakan.

Jangan pernah berfikir salah dengan artikel yang saya buat. Kesimpulannya setiap manusia tidak akan pernah di ciptakan bodoh, bahkan manusia yang mempunyai keterbatasan. Yang saya maksud dengan pintar dan bodoh dalam artikel ini adalah SIFAT. Manusia yang bangga dengan kepintarannya dia akan cenderung meremehkan segala sesuatu. Dia akan selalu melihat segalanya mudah. Padahal belum tentu dia bisa mengerjakan dengan hasil yang terbaik. Tapi lihat orang yang selalu menanamkan sifat, bodoh. Yang selalu bertanya pada dirinya siapa saya? Saya bukan siapa-siapa tapi saya adalah manusia yang berbeda. Saya pasti bisa. Dengan pemikiran seperti itu dia akan selalu berusaha dan menjalani berbagai proses dalam hidup. Dan dia pasti bisa melakukan lebih baik dari orang pintar. Mengapa? Karena dia melihat proses.

Setiap manusia yang hidup wajib memperhatikan proses dalam hidup ini, karena belajar dari proses yang pernah di lakukan(pengalaman) labih baik daripada membaca buku. Sebagai manusia berterimahkasilah dengan segala yang telah anda dapat. Tak perlu menjadi orang lain, karena anda adala manusia yang berharga. Bergaullah dengan orang pintar dan selalu beragapan bahwa saya bodoh dan perlu belajar, dengan itu kehidupan akan berkembang. Karena hidup seperti roda yang berputar dan kadang berputar diatas jalan yang berkerikil

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.